Resensi: Di Tepi Sungai Piedra Aku Duduk dan Menangis
Pilar seorang pelajar universitas di Zaragosa mendapat undangan untuk menghadiri seminar dari teman lamanya. Pilar saat itu tengah menjalani kehidupannya di tanah kelahiran sekaligus tempat ia bertumbuh, yang kadang kala memendam keirian pada si teman lama yang rutin saling berkirim surat dengannya dari berbagai kota dan negara. Pilar memenuhi undangan tersebut yang menjadikan pertemuan pertama setelah 11 tahun tak bertemu dengan si teman lama. Sang teman lama telah menjelma menjadi tokoh agama yang karismatik dan punya kemampuan menyembuhkan. Sang teman lama yang telah menjadi calon imam Katolik meminta Pilar menemaninya dalam beberapa rangkaian perjalanan yang membawa Pilar menjelajahi berbagai tempat dan bertemu berbagai orang. Dalam proses ini Pilar yang telah lama meninggalkan agama, menemukan kembali keyakinannya. Sekaligus dalam perjalanan itu, mengingatkan kembali cinta lama yang pernah tumbuh diantara mereka berdua. Buku ini mengisahkan dialog batin Pilar yang dile...