Postingan

Sampai bertemu nanti, sampai bertemu mati.

Gambar
Sampai bertemu nanti, sampai bertemu mati.  Pict : Waikabubak, 2018 (cws)  Pejuangan,  Cinta,  Patah hati,  Tawa dan air mata, Amarah Hingga dendam.  Didedikasikan untuk kematian, pada hasil akhirnya.  Kita berhadapan dengan banyak babak dalam perjalanan menuju kematian. Setiap akhir dari suatu babak, ada babak baru dengan perjuangan baru, rasa sakit dan bahagia yang baru. Ada air mata dan tawa yang menunggu. Begitu seterusnya hingga kita lelah, sampai penyelesaian yang kita tunggu datang, yaitu kematian. Apa yang paling seirama dengan kehidupan? Kematian. Dekat lagi lekat. Aku pernah merasa mati, Berkali-kali. Aku mati ditikam kata, dicekik kenyataan, hingga mati dalam tatap seseorang. Apakah ketika mati, kita benar mati? Apakah saat hidup kita benar benar hidup? Apakah hidup hanyalah syarat untuk mati? Apakah hidup kita, benar-benar milik kita? Ataukah cuma bahan mainan semesta dan sang absolut? Jika takdir memang...

Kuasa dibalik pers

Gambar
Tidak bisa dipungkiri media masa memiliki andil yang cukup besar dalam berbagai perubahan dan pembaharuan dunia dewasa ini. Informasi saat ini dapat didapatkan dengan mudah dan dapat disebarkan dengan mudah pula. Bahkan tak jarang akibat pola pikir instan, informasi yang diterima diserap mentah-mentah tanpa dipertanyakan kebenarannya. Massa dapat membenci sebuah ideologi, sebuah kelompok, bahkan individu tertentu akibat pemberitaan negatif. Bahkan tanpa mempertanyakan hal tersebut. Hal ini yang memupuk tumbuh suburnya hoax yang tak hanya menumbuhkan keributan, ketakutan, bahkan peperangan. Dapat diambil contoh berita yang dapat dikatakan 'belum benar' saat itu memanen emosi warga net, misalnya tagar #justiceforaudrey seorang anak yang katanya dibully hingga dirawat di RS yang menyedot perhatian banyak kalangan, namun berita tersebut tidak sepenuhnya benar. Atau melihat lebih jauh lagi propaganda 3A dan istilah saudara tua yang dibawah Jepang saat masuk ke Indonesia. Propaga...
Gambar
 Angin kering berhembus kencang. Udara panas membakar. Bukit-bukit batu kapur tandus. Tanah lapang dan kosong, sesekali ditumbuhi karang dan batu.  Tumbuhan meranggas, kering, setengah mati. Kuda dan sapi berkeliaran di padang berumput kerontang tanpa air. Jalanan sepi.  Burung-burung kembali ke peraduan pada hutan-hutan kecil di lembah bukit sabana. Anjing menyalak mengonggong di perkampungan dari atas bukit terjal. Anak-anak bermain di atas kuburan berbahan batuan kapur dan budaya megalitikum depan sebuah rumah beratap menjulang ke langit. Dan di kolong rumah babi tertidur, pulas. menunggu waktunya makan. Seorang ibu yang menenun di teras rumah berlantai bambu dan berdinding kayu serta alang sebagai atap.  Ditemani anak gadis menganyam bakul untuk mengisi beras. Sedang di padang kerbau, kuda dan sapi diawasi diselingi canda dan permainan bocah-bocah lelaki.  Lalu, si kepala keluarga berdiskusi dengan alam tentang makanan mereka hari itu. Oh  Aku di rumah...

Catatan pendek untuk cerita panjang

Gambar
Padang sabana di Pulau Sumba Sumba merupakan salah satu pulau dari beberapa gugus pulau di nusa tenggara. Pulau ini terletak pada bagian selatan Indonesia dengan sebagian besar gambaran topografinya berupa padang sabana di atas bukit-bukit batu kapur yang tandus. Sumba erat kaitannya dengan marapu, sebuah aliran kepercayaan di pulau ini yang masih bertahan di tengah perubahan jaman dari waktu ke waktu. Marapu termasuk ke dalam dinamisme, yang merupakan pemujaan terhadap roh nenek moyang. Seorang yang beraliran kepercayaan marapu tidak memeluk agama manapun. Inti ajaran marapu mempertahankan keselerasan antara manusia dengan yang kuasa, sesama dan alam semesta. Roh-roh nenek moyang yang telah meninggal dipercaya tetap menjaga dan mengawasi kehidupan manusia. Roh nenek moyang ini disebut sebagai marapu. Pemujaan terhadap roh nenek moyang ini di lakukan di dalam kampung dan diluar kampung seperti kebun, sawah, maupun mata air. Ketika hendak panen, menanam, atau mengadakan pesta diada...

Manusia, Kemanusiaan, Hak Asasi Manusia

Gambar
Manusia dan kemanusiaan adalah dua hal berbeda, kelahiran sebagai manusia tak serta merta mutlak memiliki rasa kemanusiaan. Rasa kemanusiaan merupakan bentuk penghargaan atas diri sendiri dan orang lain dalam kodratnya sebagai sesama manusia. Untuk menjamin keberlangsungan hidup seorang manusia lahirlah Hak Asasi Manusia (HAM). Manusia lahir dengan memiliki jiwa, emosi, dan rasa dari hal inilah timbul  rasa kemanusiaan. Namun, dari emosi dan perasaan yang negatif yang tak dapat dikendalikan pula dapat membunuh rasa kemanusiaan dengan egoisme, hawa nafsu dan keserakahan. Masalah kemanusiaan tak melulu soal hubungan antar personal, ada juga masalah yang muncul dari dalam diri manusia itu sendiri. Depresi, kelainan mental, hingga perasaan tertekan merupakan masalah kemanusiaan yang dapat mematikan. Ada banyak kasus bunuh diri akibat berbagai permasalahan ini. Tak jarang kasus bunuh diri disebabkan oleh perundungan, perasaan tersisihkan, merasa tidak diterima dan tidak nyaman ...

Plural is me

Gambar
Alam semesta diciptakan dengan keberagaman, keberagaman ini yang menjadikan setiap objek unik adanya. Keberagaman memberikan nuansa berbeda pada setiap titiknya. Bicara soal keragaman tentunya bicara soal perbedaan. Bahkan anak kembar identik sekalipun, tak benar-benar sama. Tak jarang tercipta selisih oleh karena perbedaan. Tak hanya soal mahkluk hidup, perbedaan letak lempengan bumi pun dapat memicu gesekan dan gempa bumi sebagai hasilnya. Atau dalam konteks bangunan, selisih dalam penyatuan dua baja dapat membuatnya mudah jatuh atau runtuh. Namun,tak hanya soal selisih perbedaan dapat menciptakan harmoni. Dapat kita bayangkan betapa tidak menariknya jika pelangi hanya terdiri dari satu warna saja. Entah keindahan atau kehancuran akibat keberagaman, tergantung sudut pandang kita masing-masing. Bicara soal keberagaman, menjadi topik yang cukup hangat akhir-akhir ini di Indonesia. Tentunya Indonesia tak dapat lepas dari stigma keberagaman. Kurang lebih ada 17.508 pulau di negara kit...